7. Support dan Resistance: Pondasi Utama Analisis Teknikal
PEMULA
2 min baca


Kalau kamu ingin belajar analisis teknikal, maka wajib hukumnya paham konsep support dan resistance. Kenapa? Karena hampir semua strategi trading, indikator, dan pola harga pada dasarnya berputar di sekitar dua titik penting ini.
Apa Itu Support?
Support adalah level harga di mana harga cenderung berhenti turun dan mulai naik lagi. Ini terjadi karena ada banyak minat beli di area tersebut.
Ibaratnya: Support itu seperti lantai. Ketika harga jatuh, lantai ini menahan dan memantulkan harga naik.
Contoh Nyata: Harga Bitcoin turun ke $30.000 dan selalu memantul naik dari sana. Berarti $30.000 adalah area support.
Apa Itu Resistance?
Resistance adalah level harga di mana harga cenderung berhenti naik dan mulai turun. Ini terjadi karena banyak trader menjual di level tersebut.
Ibaratnya: Resistance itu seperti atap. Ketika harga naik, atap ini mendorong harga untuk turun kembali.
Contoh Nyata: Harga Ethereum naik ke $2.000 lalu selalu turun dari sana. Berarti $2.000 adalah area resistance.
Kenapa Support dan Resistance Penting?
Menentukan Entry dan Exit:
Beli dekat support, jual dekat resistance.
Menentukan Stop Loss dan Target:
Stop loss bisa ditempatkan di bawah support atau di atas resistance.
Menghindari Entry Sembarangan:
Kamu nggak asal beli di tengah-tengah, kamu tunggu harga mendekati area penting ini.
Jenis-Jenis Support dan Resistance
1. Horizontal Support/Resistance
Level datar yang berulang kali diuji oleh harga.
Mudah terlihat.
Cocok untuk pemula.
2. Trendline Support/Resistance
Garis miring yang mengikuti arah tren (naik atau turun).
Support di tren naik = garis bawah.
Resistance di tren turun = garis atas.
3. Dynamic Support/Resistance
Menggunakan indikator seperti Moving Average (contoh: MA 50, MA 200) sebagai support atau resistance yang bergerak mengikuti harga.
Breakout vs Rejection
Harga bisa bereaksi terhadap support dan resistance dengan dua cara:
Rejection: Harga memantul dan tidak berhasil menembus area tersebut.
Breakout: Harga menembus area support/resistance dan biasanya lanjut ke arah tersebut.
Hati-hati: Breakout palsu (fakeout) sering terjadi. Gunakan konfirmasi seperti volume atau price action sebelum entry.
Cara Menggambar Support dan Resistance
Cari area di mana harga sering memantul naik atau turun.
Tandai level tersebut dengan garis horizontal.
Fokus ke area yang diuji 2-3 kali atau lebih (semakin sering, semakin valid).
Tips Praktis untuk Pemula
Jangan terlalu presisi, anggap support/resistance sebagai zona, bukan garis tipis.
Timeframe besar (4H, 1D) punya level yang lebih kuat daripada timeframe kecil.
Gabungkan dengan pola candle atau indikator untuk validasi.
Kesimpulan
Support dan resistance adalah dasar dari semua analisis teknikal. Kalau kamu sudah bisa mengidentifikasi level ini dengan benar, maka peluang entry dan exit kamu akan jauh lebih terarah dan masuk akal.
Di artikel selanjutnya, kita akan bahas bagaimana membaca trend: naik, turun, atau sideways. Ini penting untuk memastikan kamu tidak melawan arah market!