8. Memahami Trend: Uptrend, Downtrend, dan Sideways
PEMULA
2 min baca


Kalau kamu sering dengar istilah "ikut arah trend", itu bukan sekadar jargon, tapi prinsip dasar dalam trading. Trader profesional selalu trading searah trend, bukan melawan arus. Nah, di artikel ini kita akan bahas apa itu trend, jenis-jenisnya, dan bagaimana cara mengidentifikasinya.
Apa Itu Trend dalam Trading?
Trend adalah arah dominan pergerakan harga dalam suatu periode waktu tertentu. Bisa naik, turun, atau mendatar.
Mengikuti trend artinya kamu mencari entry yang searah dengan arah harga mayoritas. Ini seperti berenang mengikuti arus sungai: lebih lancar dan lebih aman.
1. Uptrend (Trend Naik)
Harga secara umum bergerak naik, ditandai dengan:
Higher Highs (HH): Puncak harga makin lama makin tinggi
Higher Lows (HL): Titik terendah setelah koreksi juga makin tinggi
Contoh: Harga Bitcoin naik dari $25.000 ke $27.000 lalu koreksi ke $26.000, lalu lanjut naik ke $29.000.
Strategi Umum:
Beli saat terjadi pullback (koreksi kecil) ke support
Hindari sell di tengah uptrend
2. Downtrend (Trend Turun)
Harga secara umum bergerak turun, ditandai dengan:
Lower Highs (LH): Puncak harga makin lama makin rendah
Lower Lows (LL): Titik terendah makin turun
Contoh: Ethereum dari $2.000 turun ke $1.800, lalu naik ke $1.900, lalu lanjut turun ke $1.600.
Strategi Umum:
Sell saat terjadi pullback ke resistance
Hindari buy di tengah downtrend
3. Sideways (Trend Mendatar)
Harga tidak bergerak dalam arah jelas, tetapi hanya berputar di antara level support dan resistance tertentu.
Cocok untuk strategi range trading: beli di support, jual di resistance
Jangan paksakan entry besar, karena pergerakan cenderung lambat dan fakeout sering terjadi
Contoh: Harga emas bergerak di antara $1.900–$2.000 selama 2 minggu.
Cara Menentukan Trend
Lihat Struktur Harga: Apakah pola HH-HL (naik), LH-LL (turun), atau datar?
Gunakan Moving Average:
MA 50 & MA 200 bisa bantu identifikasi tren jangka pendek vs panjang
Jika MA miring ke atas → uptrend
Jika MA miring ke bawah → downtrend
Timeframe Lebih Besar:
Lihat trend di 1D atau 4H sebelum entry di 1H atau 15M
Kesalahan Umum dalam Membaca Trend
Terlalu cepat menyimpulkan trend baru padahal cuma koreksi
Melawan arah trend karena “harga sudah terlalu tinggi” atau “sudah turun banyak”
Lupa cek trend di timeframe yang lebih besar
Kesimpulan
Trend adalah teman terbaik trader. Dengan memahami arah trend, kamu bisa menyesuaikan strategi, memilih entry yang lebih tepat, dan menghindari banyak jebakan market.
Di artikel berikutnya, kita akan bahas tentang timeframe dalam trading. salah satu kunci penting dalam membaca trend dan menentukan strategi entry yang tepat!