5. Mengenal Chart dan Candlestick: Bahasa Visual Dunia Trading

PEMULA

2 min baca

Mengenal Chart dan Candlestick
Mengenal Chart dan Candlestick

Setiap trader, apapun gaya dan pasarnya, pasti akan berurusan dengan chart dan candlestick. Kenapa? Karena ini adalah bahasa visual utama dalam analisis teknikal. Tanpa paham chart dan candlestick, kamu seperti baca buku tanpa bisa baca hurufnya.

Apa Itu Chart dalam Trading?

Chart adalah grafik yang menampilkan pergerakan harga suatu aset dari waktu ke waktu. Chart ini membantu kamu melihat tren, pola, dan potensi pergerakan harga ke depan.

Ada beberapa jenis chart yang umum digunakan:

1. Line Chart

  • Menampilkan garis yang menghubungkan harga penutupan tiap periode.

  • Simpel dan mudah dibaca, cocok untuk pemula.

  • Tapi informasi yang ditampilkan sangat terbatas (tidak ada info harga pembukaan, tertinggi, atau terendah).

2. Bar Chart

  • Menampilkan lebih banyak informasi: open, high, low, close (OHLC).

  • Agak rumit untuk dibaca oleh pemula.

3. Candlestick Chart

  • Paling populer di kalangan trader.

  • Menyajikan informasi OHLC dengan tampilan "lilin" yang mudah dibaca.

  • Memberikan visualisasi jelas soal sentimen pasar (bullish atau bearish).

Komponen Dasar Candlestick

Satu batang candlestick mewakili satu periode waktu (misalnya 1 menit, 1 jam, 1 hari, dll), tergantung dari timeframe yang kamu pilih.

  • Body (tubuh): Jarak antara harga pembukaan dan penutupan.

    • Jika harga naik, body berwarna hijau atau putih (bullish).

    • Jika harga turun, body berwarna merah atau hitam (bearish).

  • Wick / Shadow (ekor): Menunjukkan harga tertinggi dan terendah selama periode itu.

Contoh:

  • Candlestick hijau panjang = tekanan beli kuat.

  • Candlestick merah dengan ekor bawah panjang = sempat turun jauh, tapi harga ditarik naik lagi (kemungkinan ada buyer kuat).

Mengapa Candlestick Penting?

Candlestick bukan cuma hiasan di chart. Mereka mencerminkan psikologi pasar:

  • Siapa yang sedang dominan (pembeli atau penjual)?

  • Apakah ada potensi reversal?

  • Apakah ada tekanan besar tapi gagal tembus?

Dengan latihan, kamu bisa membaca "cerita pasar" hanya dari formasi candle yang muncul.

Timeframe dalam Chart

Timeframe menentukan seberapa banyak data yang dirangkum dalam satu candlestick. Contohnya:

  • 1D = satu candle mewakili 1 hari pergerakan harga.

  • 1H = satu candle mewakili 1 jam.

  • 15m = satu candle mewakili 15 menit.

Timeframe pendek cocok untuk scalping/day trading, sementara timeframe panjang cocok untuk swing atau position trading.

Tips Praktis untuk Pemula

  1. Mulailah dengan candlestick chart. Ini adalah standar global yang digunakan trader profesional.

  2. Gunakan timeframe yang sesuai dengan gaya trading kamu. Jangan asal pilih.

  3. Latihan membaca candle di akun demo. Fokus bukan cuma di bentuk candle, tapi juga konteksnya.

Kesimpulan

Chart dan candlestick adalah alat bantu utama dalam membaca pasar. Dengan memahami bentuk dan maknanya, kamu akan jauh lebih percaya diri dalam mengambil keputusan trading.

Di artikel selanjutnya, kita akan bahas berbagai jenis order dalam trading: market, limit, dan stop order

Selanjutnya