6. Jenis Order dalam Trading: Market, Limit, dan Stop
PEMULA
2 min baca


Setelah kamu memahami chart dan candlestick, sekarang waktunya masuk ke aspek praktikal: bagaimana cara kamu masuk dan keluar dari market. Di sinilah peran penting dari yang namanya order. Tanpa paham jenis-jenis order, kamu bisa salah entry atau malah overtrading tanpa sadar.
Apa Itu Order dalam Trading?
Order adalah instruksi yang kamu berikan ke broker melalui platform trading untuk membeli atau menjual suatu aset. Tapi bukan cuma sekadar “beli” atau “jual”, kamu harus tentukan bagaimana kamu ingin order itu dieksekusi.
Ada 3 jenis order utama yang wajib kamu kuasai:
1. Market Order
Market Order adalah instruksi untuk membeli atau menjual aset langsung pada harga pasar saat ini.
Contoh: Kamu lihat harga Bitcoin sekarang di $30.000 dan kamu ingin langsung beli. Maka kamu klik "Buy" → order langsung tereksekusi di harga terdekat yang tersedia.
Kapan dipakai:
Saat kamu ingin segera masuk ke market tanpa nunggu harga tertentu.
Cocok untuk kondisi pasar yang bergerak cepat.
Kelebihan:
Eksekusi cepat.
Kekurangan:
Kadang dapat harga sedikit lebih buruk karena slippage (selisih harga saat eksekusi).
2. Limit Order
Limit Order adalah instruksi untuk membeli atau menjual aset pada harga yang lebih baik dari harga pasar saat ini. Tapi, order ini hanya akan tereksekusi jika harga menyentuh level yang kamu tentukan.
Contoh: Harga saat ini $30.000. Kamu pasang limit buy di $29.500. Order akan aktif, tapi baru tereksekusi kalau harga turun ke $29.500.
Kapan dipakai:
Saat kamu ingin masuk di harga yang lebih murah (untuk beli) atau lebih mahal (untuk jual).
Cocok untuk trader yang sabar dan disiplin.
Kelebihan:
Bisa dapat harga lebih baik.
Cocok buat strategi entry terencana.
Kekurangan:
Tidak selalu tereksekusi jika harga tidak pernah menyentuh level yang ditentukan.
3. Stop Order (Stop Loss & Buy Stop / Sell Stop)
Stop Order adalah order yang baru aktif ketika harga mencapai level tertentu. Sering digunakan untuk membatasi kerugian atau untuk masuk market saat harga breakout.
Ada dua jenis utama:
a. Stop Loss Order
Digunakan untuk melindungi posisi agar tidak rugi terlalu besar.
Contoh: Kamu beli di $30.000 dan pasang stop loss di $29.500. Kalau harga turun sampai $29.500, posisi otomatis ditutup untuk membatasi kerugian.
b. Buy Stop / Sell Stop
Digunakan untuk masuk pasar saat harga menembus level tertentu (biasanya breakout trader pakai ini).
Contoh Buy Stop: Harga saat ini $30.000, kamu pasang Buy Stop di $30.500. Kalau harga tembus ke atas $30.500, order otomatis dieksekusi — asumsi kamu, harga akan lanjut naik.
Kelebihan:
Bisa melindungi modal (stop loss).
Bisa menangkap momentum saat breakout.
Kekurangan:
Kadang kena fakeout kalau level yang ditembus ternyata palsu.
Mana yang Harus Dipakai?
Tergantung gaya trading kamu:
Scalper/Day Trader: Lebih sering pakai market order dan stop loss ketat.
Swing Trader: Lebih suka pakai limit order untuk entry dan stop loss untuk perlindungan.
Breakout Trader: Gunakan kombinasi buy stop/sell stop.
Kesimpulan
Memahami jenis order dalam trading adalah langkah krusial sebelum kamu benar-benar terjun dengan uang nyata. Salah pilih order bisa bikin strategi jadi kacau, bahkan rugi besar. Kuasai cara kerja market, limit, dan stop order agar kamu bisa eksekusi trading dengan percaya diri dan terstruktur.
Di artikel berikutnya, kita akan bahas tentang support dan resistance, dua konsep teknikal yang sangat penting dan jadi fondasi dari hampir semua strategi trading.