3. Jenis-Jenis Trader: Scalper, Day Trader, Swing, dan Position
PEMULA
2 min baca


Setelah memahami jenis-jenis pasar keuangan, sekarang kita lanjut ke gaya atau jenis trader yang biasa ada di pasar. Setiap trader memiliki karakter, teknik, dan manajemen waktu yang berbeda. Yuk kita bahas lebih detail!
1. Scalper
Scalper adalah trader yang melakukan transaksi sangat cepat, biasanya hanya berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit saja. Mereka mengambil keuntungan kecil tapi berulang kali dalam sehari.
Ciri-ciri Scalper:
Frekuensi trading sangat tinggi.
Memanfaatkan pergerakan harga kecil.
Butuh konsentrasi tinggi dan eksekusi yang cepat.
Kelebihan:
Potensi profit harian konsisten.
Risiko setiap transaksi kecil karena durasi pendek.
Kekurangan:
Menuntut waktu dan perhatian penuh di depan layar.
Bisa stres karena harus mengambil keputusan cepat terus-menerus.
2. Day Trader
Day trader adalah trader yang membuka dan menutup posisi tradingnya dalam hari yang sama. Berbeda dengan scalper, day trader biasanya menargetkan pergerakan harga yang lebih besar dalam hitungan jam.
Ciri-ciri Day Trader:
Trading aktif setiap hari, tapi tidak sebanyak scalper.
Menggunakan timeframe seperti 15 menit hingga 1 jam.
Tutup posisi di akhir sesi trading setiap hari.
Kelebihan:
Risiko terbatas karena tidak menyimpan posisi semalam.
Profit bisa cukup besar dalam satu hari.
Kekurangan:
Tetap membutuhkan waktu banyak untuk memantau pasar.
Bisa menghadapi stres jika posisi berbalik melawan ekspektasi di hari yang sama.
3. Swing Trader
Swing trader menahan posisi dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Mereka mengambil keuntungan dari tren harga jangka menengah.
Ciri-ciri Swing Trader:
Tidak perlu selalu memantau pasar setiap saat.
Analisis biasanya dilakukan di timeframe seperti 4 jam, harian, atau mingguan.
Lebih banyak menggunakan analisis teknikal dan fundamental.
Kelebihan:
Tidak memerlukan waktu sebanyak scalper dan day trader.
Potensi profit lebih besar karena pergerakan harga yang lebih panjang.
Kekurangan:
Risiko lebih tinggi karena posisi disimpan lebih lama.
Terkadang ada biaya tambahan (swap atau rollover) jika posisi dibawa melewati hari.
4. Position Trader
Position trader adalah trader dengan jangka waktu terlama, bisa dari beberapa minggu hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Mereka sangat mirip investor tetapi tetap memanfaatkan pergerakan harga jangka panjang.
Ciri-ciri Position Trader:
Menggunakan analisis fundamental secara mendalam.
Tidak terlalu peduli dengan fluktuasi jangka pendek.
Biasanya memiliki modal besar untuk menahan volatilitas tinggi.
Kelebihan:
Sangat minim stres harian.
Biaya transaksi lebih rendah karena jarang trading.
Kekurangan:
Modal besar dan kesabaran tinggi sangat dibutuhkan.
Harus siap menghadapi volatilitas besar dalam jangka panjang.
Gaya Trading Mana yang Cocok untuk Kamu?
Memilih gaya trading harus disesuaikan dengan kepribadian, toleransi risiko, serta waktu yang kamu punya:
Jika kamu suka aksi cepat dan punya waktu banyak, cobalah scalping atau day trading.
Kalau kamu punya pekerjaan lain tapi tetap ingin trading aktif, swing trading lebih cocok.
Kalau kamu tipe yang sangat sabar dan ingin minim stres, position trading adalah pilihan terbaik.
Kesimpulan
Memahami gaya trading sangat penting agar kamu bisa nyaman dan sukses dalam trading jangka panjang. Cobalah kenali diri sendiri terlebih dahulu sebelum memilih salah satu gaya di atas.
Di artikel selanjutnya, kita akan belajar tentang bagaimana trading itu sebenarnya bekerja, mulai dari order hingga eksekusi. Tunggu artikel berikutnya!