4. Cara Kerja Trading: Dari Order Hingga Eksekusi

PEMULA

2 min baca

Cara Kerja Trading
Cara Kerja Trading

Setelah mengenal berbagai jenis trader, saatnya kita bahas secara detail bagaimana proses trading itu sendiri bekerja. Memahami alur dari order sampai eksekusi adalah hal wajib agar trading kamu lebih terencana dan efektif.

Langkah-Langkah Dasar dalam Proses Trading

Secara umum, proses trading terdiri dari beberapa langkah sederhana berikut:

1. Analisis dan Pemilihan Pasar

Sebelum melakukan transaksi, trader wajib melakukan analisis terlebih dahulu. Analisis ini bisa berupa analisis teknikal (chart, indikator, pola harga), analisis fundamental (berita ekonomi, kondisi perusahaan), atau gabungan dari keduanya.

2. Memilih Jenis Order

Dalam trading, ada beberapa jenis order yang bisa kamu gunakan, antara lain:

  • Market Order: Membeli atau menjual aset langsung pada harga pasar saat ini.

  • Limit Order: Membeli atau menjual aset pada harga yang telah ditentukan, yang biasanya lebih baik dari harga pasar saat ini.

  • Stop Order: Order yang aktif hanya jika harga mencapai level tertentu, biasanya digunakan untuk melindungi posisi (stop loss).

3. Menentukan Ukuran Transaksi (Position Sizing)

Kamu harus menentukan berapa besar transaksi yang akan kamu buka. Biasanya dihitung berdasarkan risiko maksimal yang siap kamu terima dalam satu transaksi. Penting untuk menjaga agar risiko per transaksi tidak melebihi 1-3% dari total modal trading.

4. Mengatur Stop Loss dan Take Profit

  • Stop Loss: Batasan harga di mana posisi akan otomatis tertutup jika mengalami kerugian. Ini berguna untuk melindungi modal kamu agar tidak rugi besar.

  • Take Profit: Batasan harga di mana posisi akan otomatis tertutup jika target keuntungan sudah tercapai.

Menentukan Stop Loss dan Take Profit sebelum masuk pasar adalah hal yang wajib dilakukan untuk menjaga emosi tetap stabil.

5. Eksekusi Order

Setelah semua persiapan selesai, kamu bisa langsung mengeksekusi transaksi. Eksekusi ini dilakukan melalui platform trading yang kamu gunakan

Ketika order sudah dieksekusi, posisi trading kamu resmi terbuka di pasar.

6. Pemantauan Posisi

Setelah posisi terbuka, kamu wajib memantau pergerakan harga agar tahu apakah posisi tersebut berjalan sesuai prediksi atau tidak. Tapi ingat, jangan memantau terlalu sering sehingga menyebabkan stres atau pengambilan keputusan emosional.

7. Penutupan Posisi

Posisi bisa tertutup dalam dua cara:

  • Manual: Kamu menutup sendiri posisi secara manual jika merasa target profit atau batas toleransi risiko sudah tercapai.

  • Otomatis: Posisi tertutup otomatis jika harga menyentuh level Stop Loss atau Take Profit yang sudah kamu tetapkan sebelumnya.

8. Evaluasi dan Journaling

Setelah posisi tertutup, lakukan evaluasi terhadap transaksi tersebut:

  • Apa yang membuat kamu profit atau rugi?

  • Apa pelajaran yang bisa diambil dari transaksi tersebut?

Catat semua evaluasi ini di jurnal trading agar bisa menjadi bahan pembelajaran untuk transaksi berikutnya.

Kesimpulan

Trading bukan hanya soal membuka dan menutup posisi, tapi ada proses terstruktur yang harus kamu pahami dengan baik. Mulai dari analisis pasar hingga evaluasi setelah transaksi, setiap tahap memiliki peran penting untuk sukses jangka panjang di dunia trading.

Di artikel berikutnya, kita akan membahas lebih mendalam mengenai chart dan candlestick, yang menjadi salah satu alat analisis utama dalam trading. Jangan lewatkan!

Selanjutnya